Berita: REVIEW PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI BANTEN 2007

Judul

REVIEW PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI BANTEN 2007

Isi

Pada tanggal 11 s.d 12 September 2007 BKKBN Provinsi Banten telah melaksanakan tiga kegiatan yang merupakan agenda kegiatan momentum besar ditahun 2007 ini yaitu Review Program KB Nasional Provinsi Banten, Seminar Advokasi Kelembagaan dan Konsolidasi Perencanaan Daerah (Korenda).
Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB di Hotel Mahadria yang dihadiri oleh para Pengelola KB di Kabupaten/Kota se Provinsi Banten dengan narasumber dari BKKBN Pusat dan Provinsi Banten, yaitu Deputi Bidang Informasi Keluarga dan Pemaduan Kebijakan Program (Dr.Ida Bagus Permana), Kabiro Hukum Organisasi dan Tatalaksana (Saut S. Munte,SH), Kepala BKKBN Provinsi Banten (Drs.Abdul Djabbar Lukman, M.Sc), Kepala Biro Organisasi dan Tatalaksana Provinsi Banten, Kepala Biro Organisasi dan Tatalaksana Kabupaten Tangerang, Kepala BPMKB Kota Cilegon, Kepala BKPKS Kab. Serang, Kasubdin KB Kab. Tangerang, dan Kasubdin KBKS Kota Tangerang.
Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asda I Pemprov Banten, Drs. Apon Suryana, MM mengatakan bahwa Jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan dengan pertumbuhan yang cepat akan memperlambat tercapainya tujuan pembangunan. Sebaliknya keberhasilan dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mengembangkan kualitas penduduk serta keluarga akan memperbaiki segala segi pembangunan dan mempercepat terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Jumlah penduduk Banten diperkirakan berjumlah 9,1 juta jiwa tersebar diwilayah seluas 8.800 km persegi. Kepadatan penduduk rata-rata938 jiwa/km persegi. TFR 2,6 per wanita usia subur, angka ini sama dengan TFR secara nasional, hal ini menunjukan bahwa program KB di Provinsi Banten memberi kontribusi yang positif dalam rangka menahan laju pertumbuhan penduduk.
Pelaksanaan Review program KB Nasional bertujuan untuk menelaah sejauh mana pencapaian program pada tahun berjalan. Di Provinsi Banten jumlah pencapaian PB s/d Bulan Juli sebesar 55,79 % dan PA 86,84 % dari jumlah PPM yang telah ditetapkan. Pencapaian tersebut bukanlah angka yang kecil karena dengan kondisi masyarakat Banten yang masih sulit untuk menerima program KB secara utuh tentu hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan.BKKBN tidak hanya menangani masalah kontrasepsi saja yang sesuai dengan misi BKKBN Seluruh Keluarga Ikut KB yang artinya dalam satu keluarga yang memiliki balita ikut kegiatan BKB,anak remaja ikut BKR dan Lansia ikut bina keluarga lansia. Selain itu BKKBN juga mengupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui UPPKS.
Seminar Advokasi Kelembagaan bertujuan untuk memperkuat jejaring kerja sampai kelini lapangan. Hal ini dilakukan untuk menyikapi PP 38 dan 41 tahun 2007. dimana setiap Kabupaten/ Kota harus mempunyai kelembagaan yang menangani masalah Keluarga erencana. Dimana Pemerintahan daerah harus memberi prioritas terhadap pertumbuhan dan perkembangan program KB di provinsi Banten.
Dan Korenda bertujuan untuk mebuat Rancangan Perencanaan program yang dituangkan dalam jumlah yang real pada kegiatan yang akan dilaksanakan ditahun mendatang. Untuk itu BKKBN menggunakan Balanced Scorecard untuk melakukan Perencanaan yang diharapkan Kabupaten/Kota juga melakukan hal yang sama.




JudulInggris

 

IsiInggris

 

TanggalBerita

10/2/2007

Attachments

Created at 5/22/2012 5:13 PM by SharePoint Administrator
Last modified at 5/22/2012 5:13 PM by SharePoint Administrator